Jumat, 27 Juni 2014

Mengoptimalkan PC Menggunakan Advanced System Care 6.2 Full



Advanced Systemcare adalah software tweaking atau tergolong juga sebagai software utilities. fungsi software ini untuk mempercepat kinerja komputer kita. Advanced System Care 6.1.9.215 Pro ini memiliki fitur Malware Removal, Registry Fix, Privacy Protection, Performance Tune-up, and System Cleaning. Tentu saja semua fitur itu dapat membersihkan junk files di komputer.


Advanced Systemcare ini memiliki tampilan yang lebih menarik dibanding versi sebelumnya dan mudah untuk dimengerti. Selai itu software ini juga dapat memonitoring status PC anda. Advanced systemCare memiliki banyak kelebihan yang salah satunya bisa digunakan untuk membersihkan RAM dan juga ada penambahan seperti Uninstaller yang bisa kita gunakan untuk menguninstall software yang tidak lagi dibutuhkan secara bersih tanpa ada sisa bahkan registrynya sekalipun.


  • Peningkatan Malware Removal untuk perlindungan lebih aman 
  • Peningkatan Perlindungan Surfing untuk lebih aman secara online surfing dan mencari 
  • Peningkatan fungsi Meningkatkan Internet untuk pengalaman online yang lebih cepat 
  • Peningkatan Registry Fix untuk lebih stabil kinerja PC 
  • Peningkatan Toolbox untuk lebih cepat dan lebih stabil perawatan PC 
  • Peningkatan IObit Uninstaller untuk menguninstall lebih kuat, esp toolbar menghapus 
  • Peningkatan AutoClean untuk lebih cerdas cleanning
Screenshot :




Link Download :
Advanced Systemcare 6.2

Serial Licence :
765BF-1BEA9-39FA3-9ABC4 
65792-57FC4-5CEC1-677C4
4A639-FD966-C5435-512C4 
D1CC9-8F326-6695F-5C4C4


Cara menggunakan Serial Licence :

  1. Setelah Advanced Systemcare terinstal, buka dan putuskan dulu koneksi internet.
  2. Buka avanced systemcare pro Klik Upgrade
  3. Klik Enter Licence

  4. Copy salah satu serial di atas, kemudian masukan pada kolom yang sudah disediakan

  5. Setelah selesai copy serial, Klik Activate Now
  6. Tunggu hingga muncul keterangan Success dan terdapat masa berlaku Licence.

  7. Klik "Ok"  dan advanced systemcare 6.2 pro akan me restart secara otomatis
  8. Jika terdapat keterangan error, berarti pada saat anda melakukan langkah ini masih salah, coba anda ulangi perintah langkah memasukan Serial dari awal, jika keterangan masih error berarti masa berlaku Serial Licence telah habis.

Pengertian RAM, Jenis-Jenis RAM dan Sejarah RAM


Pengertian RAM

RAM (Random Access Memory) adalah sebuah perangkat keras komputer yang bertugas untuk menyimpan data. RAM bersifat sementara artinya data yang tersimpan dapat terhapus. Beda halnya dengan ROM, ROM mempunyai tugas yang sama dengan RAM akan tetapi ROM bersifat permanen dalam artian data yang tersimpan tidak bisa kita hapus. RAM merupakan jenis memory yang isinya dapat ganti-ganti selama komputer itu hidup dan mempunyai sifat bisa mengingat data atau program selama terdapat arus listrik dan dapat menyimpan maupun mengambil data dengan sangat cepat.


Jenis-Jenis RAM dan Sejarah RAM : 
  • Sejarah RAM
Sejarah RAM - RAM (Random Access Memory) ditemukan oleh Robert Dennard dan diproduksi secara besar-besaran oleh intel pada tahun 1968. Dari awal mulanya sampai sekarang RAM telah banyak mengalami perubahan. Mulai dari bentuk, kapasitas, kecepatan dan teknologi pada RAM yang ada saat ini sudah jauh berbeda dengan RAM generasi awal.
  • Jenis-jenis RAM
1. RAM

Ditemukan pertama kali oleh Robert Dennard, di produksi besar-besaran pada tahun 1968, dan dari sinilah sejarah ram bermula. RAM membutuhkan tegangan 5.0 volt untuk dapat berjalan pada frekuensi 4,77MHz, dengan waktu akses memori (access time) sekitar 200ns (1ns = 10-9 detik). RAM generasi pertama ini menggunakan slot 30 pin pada motherboard.

2. DRAM

IBM menciptakan sebuah memory yang di namai DRAM pada tahun 1970, DRAM sendiri merupakan singkatan dari Dynamic Random Access Memory, DRAM mempunyai frekuensi kerja yang bervariasi, yaitu antara 4,77MHz hingga 40MHz.

3. FPM  DRAM 

Memori jenis ini bekerja layaknya sebuah indeks atau daftar isi. Arti page itu sendiri merupakan bagian dari memori yang terdapat pada sebuah row address. Ketika sistem membutuhkan isi suatu alamat memori, FPM tinggal mengambil informasi mengenainya berdasarkan indeks yang telah dimiliki. FPM memungkinkan transfer data yang lebih cepat pada baris (row) yang sama dari jenis memori sebelumnya. FPM bekerja pada rentang frekuensi 16MHz hingga 66MHz dengan access time sekitar 50ns. Selain itu FPM mampu mengolah transfer data (bandwidth) sebesar 188,71 Mega Bytes (MB) per detiknya. FP RAM ini ditemukan sekitar tahun 1987. Memory ini digunakan oleh sistem berbasis Intel 286, 386 serta sedikit 486.

4. EDO DRAM EDO 

DRAM (extended data output dynamic random access memory) diciptakan pada tahun 1995. Memory ini merupakan penyempurnaan dari FPM, EDO dapat mempersingkat read cycle-nya sehingga dapat meningkatkan kinerjanya sekitar 20 persen. EDO mempunyai access time yang cukup bervariasi, yaitu sekitar 70ns hingga 50ns dan bekerja pada frekuensi 33MHz hingga 75MHz. Walaupun EDO merupakan penyempurnaan dari FPM, namun keduanya tidak dapat dipasang secara bersamaan, karena adanya perbedaan kemampuan. Intel 486 dan kompatibelnya serta Pentium generasi awal adalah sistem basis yang menggunakan EDO DRAM. Slot yang digunakan pada motherboard memiliki 72 pin.

5. SDRAM

Kingston menciptakan SDRAM pada peralihan tahun 1996-1997, modul ini dapat bekerja pada kecepatan (frekuensi) bus yang sama / sinkron dengan frekuensi yang bekerja pada prosessor. SDRAM ini kemudian lebih dikenal sebagai PC66 karena bekerja pada frekuensi bus 66MHz. Berbeda dengan jenis memori sebelumnya yang membutuhkan tegangan kerja yang lumayan tinggi, SDRAM hanya membutuhkan tegangan sebesar 3,3 volt dan mempunyai access time sebesar 10ns.Selang kurun waktu setahun setelah PC66 diproduksi dan digunakan secara masal, Intel membuat standar baru jenis memori yang merupakan pengembangan dari memori PC66. Dengan menggunakan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC100 mempunyai access time sebesar 8ns, lebih singkat dari PC66. Selain itu memori PC100 mampu mengalirkan data sebesar 800MB per detiknya.Selain dikembangkannya memori RDRAM PC800 pada tahun 1999, memori SDRAM belumlah ditinggalkan begitu saja, bahkan oleh Viking, malah semakin ditingkatkan kemampuannya. Sesuai dengan namanya, memori SDRAM PC133 ini bekerja pada bus berfrekuensi 133MHz dengan access time sebesar 7,5ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,06GB per detiknya. Walaupun PC133 dikembangkan untuk bekerja pada frekuensi bus 133MHz, namun memori ini juga mampu berjalan pada frekuensi bus 100MHz walaupun tidak sebaik kemampuan yang dimiliki oleh PC100 pada frekuensi tersebut.Perkembangan memori SDRAM semakin menjadi – jadi setelah Mushkin, pada tahun 2000 berhasil mengembangkan chip memori yang mampu bekerja pada frekuensi bus 150MHz, walaupun sebenarnya belum ada standar resmi mengenai frekunsi bus sistem atau chipset sebesar ini. Masih dengan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC150 mempunyai access time sebesar 7ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,28GB per detiknya. Memori ini sengaja diciptakan untuk keperluan overclocker, namun pengguna aplikasi game dan grafis 3 dimensi, desktop publishing, serta komputer server dapat mengambil keuntungan dengan adanya memori PC150. Slot yang digunakan pada motherboard memiliki 168 pin.

6. DR RAM

Pada tahun 1999, Rambus menciptakan sebuah sistem memori dengan arsitektur baru dan revolusioner, berbeda sama sekali dengan arsitektur memori SDRAM.Oleh Rambus, memori ini dinamakan Direct Rambus Dynamic Random Access Memory. Dengan hanya menggunakan tegangan sebesar 2,5 volt, RDRAM yang bekerja pada sistem bus 800MHz melalui sistem bus yang disebut dengan Direct Rambus Channel, mampu mengalirkan data sebesar 1,6GB per detiknya!Masih dalam tahun yang sama, Rambus juga mengembangkan sebuah jenis memori lainnya dengan kemampuan yang sama dengan DRDRAM. Perbedaannya hanya terletak pada tegangan kerja yang dibutuhkan. Jika DRDRAM membutuhkan tegangan sebesar 2,5 volt, maka RDRAM PC800 bekerja pada tegangan 3,3 volt.

7. DDR SDRAM

Pada tahun 2000, Crucial berhasil mengembangkan kemampuan memory SDRAM menjadi 2 kali lipat. Teknik yang digunakan adalah dengan menggunakan secara penuh satu gelombang frekuensi. Jika pada SDRAM biasa hanya melakukan instruksi pada gelombang positif saja, maka DDR SDRAM menjalankan instruksi baik pada gelombang positif maupun gelombang negatif. Oleh karena dari itu memori ini dinamakan DDR SDRAM yang merupakan kependekan dari Double Data Rate Synchronous Dynamic Random Access Memory. Dengan memori DDR SDRAM, sistem bus dengan frekuensi sebesar 100 – 133 MHz akan bekerja secara efektif pada frekuensi 200 – 266 MHz. DDR SDRAM pertama kali digunakan pada kartu grafis AGP berkecepatan ultra. Sedangkan penggunaan pada prosessor, AMD ThunderBird lah yang pertama kali memanfaatkannya. Slot yang digunakan pada motherboard memiliki 184 pin.

8. DDR3 SDRAM 

RAM DDR3 ini memiliki kebutuhan daya yang berkurang sekitar 16% dibandingkan dengan DDR2. Hal tersebut disebabkan karena DDR3 sudah menggunakan teknologi 90 nm sehingga konsusmsi daya yang diperlukan hanya 1.5v, lebih sedikit jika dibandingkan dengan DDR2 1.8v dan DDR 2.5v. Secara teori, kecepatan yang dimiliki oleh RAM ini memang cukup memukau. Ia mampu mentransfer data dengan clock efektif sebesar 800-1600 MHz. DDR3 memiliki clock internal 400-800 MHz, jauh lebih tinggi dibandingkan DDR2 200- 533 dan DDR sebesar 100-300 MHz. Prototipe dari DDR3 yang memiliki 240 pin. Ini sebenarnya sudah diperkenalkan sejak lama pada awal tahun 2005. Namun, produknya sendiri benar-benar muncul pada pertengahan tahun 2007 bersamaan dengan motherboard yang menggunakan chipset Intel P35 Bearlake dan pada motherboard tersebut sudah mendukung slot DDR3. Slot yang digunakan pada motherboard memiliki jumlah pin yang sama dengan slot DDR2 SDRAM, tapi posisi notchnya berbeda sehingga seharusnya tidak bisa memasang modul DDR3 SDRAM pada slot DDR2. Hal ini sengaja dilakukan karena secara elektrikal modul DDR2 dengan DDR2 memiliki tegangan yang berbeda.

9. SO-DIMM 

Small Outline Dual In-Line Memory Module (SO-DIMM) merupakan jenis memory yang digunakan pada perangkat notebook. Bentuk fisiknya kira-kira setengah dari besar DDR biasa sehingga dapat lebih menghemat ruang yang tentunya  sangat berharga pada perangkat mobile seperti notebook. Perkembangan generasi SO-DIMM biasanya sejalan dengan perkembangan RAM untuk komputer desktop. Ketika DDR3 SDRAM diluncurkan dipasaran, DDR3 SO-DIMM juga ikut diluncurkan. Modul tersebut menggunakan slot yang memiliki 204 pin. Lebih sedikit daripada DDR3 SDRAM.

Komponen RAM
Berikut adalah beberapa komponen penting pada RAM yang harus kita ketahui, diantaranya :
  • Type menerangkan jenis (variasi) RAM berdasarkan teknologi yang digunakannya, seperti SDRAM, DDR atau DDR2. Hal ini kadang juga disebut sebagai “interface”. Contoh : Visipro DDR 256Mb PC266 berarti menggunakan teknologi DDR.
  • Capacity menerangkan seberapa besar kapasitas penyimpanan data RAM dalam satuan Gigabyte (GB) atau Megabyte (MB). Kapasitas merupakan faktor terpenting pada sebuah RAM karena fungsiny sebagai penyimpan data. Contoh : Visipro DDR2 512Mb PC4300 berarti memiliki kapasitas 512 Megabyte.
  • FSB (singkatan dari Front Side Bus), yaitu besar jalur data antara Processor dam RAM dalam satuan Megahertz. Satuan FSB Processor dan RAM harusnya memiliki angka yg sama agar data dapat ditransfer secara optimal [Lihat pada tabel Dual Channel RAM]. Contoh : Visipro DDR2 256MB PC3200 berarti memiliki FSB 400MHz (PC3200 dibagi 8 byte).
  • Fungsi, menerangkan fungsi dari RAM, seperti Unbuffered (digunakan pada Desktop), ECC, atau Registered (keduanya digunakan pada Server). [Lihat pada segmen Apa itu Unbuffered, ECC dan Registered ?] Unbuffered merupakan tipe RAM biasa yg digunakan oleh komputer secara umum, ECC (Error Correction Code) biasa dipakai pada komputer Workstation / Low End Server & ECC Registered umum dipakai pada Medium to High End Server. Contoh : Visipro DDR2 1GB PC4300 ECC Registered artinya memiliki fungsi ECC Registered pada modulnya. 
  • Bandwith merupakan besarnya data yang dapat ditransfer atau diolah dalam waktu satu detik (satuan MB/s atau Megabyte per-secon). Umumnya saat ini RAM DDR/DDR2 mencantumkan bandwidth pada Module RAM. Bandwidth bisa didapat dari perkalian FSB x Arsitektur. Arsitektur RAM adalah 64-bit (8byte), sehingga jika DDR PC266 memiliki FSB 266 MHz sama dengan 266 MHz x 8 byte = 2100 MB/s. Ini artinya bahwa DDR PC266 (FSB) sama dengan DDR PC2100 (Bandwidth).Contoh : Visipro DDR2 512MB PC4300 artinya memiliki bandwidth 4300MB/s.
  • Jumlah IC menerangkan berapa banyak chip (IC) yg dipasang pada module RAM. Semakin sedikit jumlah IC-nya, semakin tinggi densitas (kapasitas per-IC). Umumnya adalah 4, 8, 16 IC (pada RAM standar). Pada RAM ECC memiliki jumlah IC 9 & 16, dan pada ECC Registered memiliki jumlah IC 9 & 16 ditambah 1 ICC yg berfungsi sebagai Registered. Contoh : Visipro DDR 256MB dapat memiliki 4, 8 atau 16 IC. Apabila menggunakan 4IC artinya densitas IC = 64MB, 8IC = 32MB & 16IC = 16MB.
Timing RAM

Timing pada RAM merupakan ukuran waktu delay RAM yang terjadi ketika prosesor berusaha mengakses data yang ada di RAM. Hal ini terjadi karena prosesor modern saat ini memiliki frekuensi kerja yang jauh lebih cepat dari pada RAM. Timing merupakan salah satu ukuran yang menentukan kecepatan sebuah modul RAM selain bandwidth. Semakin ketat timing RAM dan semakin besar bandwith maksimal yang bisa dicapai, maka semakin cepat kinerja dari RAM tersebut. Namun tentu saja kedua aspek ini biasanya bertolak belakang, jika ingin mendapatkan timing yang ketat, kita harus menurunkan bandwidthnya agar komputer tetap stabil. Begitu pula sebaliknya, untuk mencapai bandwidth yang lebih tinggi, timing harus dibuat lebih longgar.
Pada modul RAM modern saat ini, biasanya sudah disertakan Serial Presence Detect (SPD) yang berisi pengaturan timing RAM secara otomatis yang disarankan oleh produsennya pada frekuensi kerja tertentu. Namun pengguna komputer dapat mengaturnya secara manual melalui pengaturan yang ada di dalam BIOS. Hal ini merupakan hal yang paling sering dilakukan pada saat mengoverclock RAM agar bisa dicapai bandwidth setinggi mungkin dengan timing seketat mungkin. Ada 5 jenis timing RAM yang paling sering diotak-atik oleh para overclocker karena memiliki dampak yang paling besar terhadap kinerja dan kestabilan, yaitu :

1. CAS Latency (CL) 
CAS Latency merupakan delay waktu yang terjadi ketika memory controller memerintahkan kepada RAM untuk mengakses suatu data yang terletak pada kolom dan baris tertentu sampai data tersebut mencapai pin yang ada pada modul RAM sehingga dapat langsung ditransfer ke prosesor.

2. tRCD (Row Address to Column Address Delay Time) 
tRCD merupakan jumlah siklus clock yang dibutuhkan untuk membuka baris memory dan mengakses kolom yang terdapat di dalamnya.

3. tRP (Row Percharge Time) 
tRP merupakan jumlah siklus clock yang dibutuhkan untuk precharge command sampai mengakses baris memory berikutnya.

4. tRAS (Row Access Strobe Time) 
tRAS merupakan jumlah siklus clock yang dibutuhkan antara bank active command dan terjadinya precharge command. Biasanya besarnya merupakan jumlah dari CL+tRCD+tRP.

5. Command Rate (CR) 
Command Rate merupakan jumlah siklus clock yang dibutuhkan untuk menemukan barisan pertama data yang ingin dicari.Biasanya pada sebuah modul RAM, timing dituliskan dengan format CL-tRCD-tRP-tRAS CR. Misalnya sebuah modul ram DDR2 dengan kapasitas 2GB yang bekerja pada frekuensi 800MHz membutuhkan tegangan 1,8v dan mempunyai CL 5, tRCD 5, tRP 5, tRAS 15 dan CR 1T, pada spesifikasi modul ram tersebut akan dituliskan : DDR-2 PC6400 2048MB 5-5-5-15 1T 1,8v.

Cara Kerja RAM
Pada saat kita menyalakan komputer, device yang pertama kali bekerja adalah Processor. Processor berfungsi sebagai pengolah data dan meminta data dari storage, yaitu Hard Disk (HDD). Artinya data tersebut dikirim dari Hard Disk setelah ada permintaan dari Processor.
Tapi prakteknya hal ini sulit dilakukan karena perbedaan teknologi antara Processor & Hard Disk. Processor sendiri adalah komponen digital murni, dan akan memproses data dengan sangat cepat (Bandwidth tertinggi P4 saat ini 6,4 GB/s dengan FSB 800MHz). Sedangkan Hard Disk sebagian besar teknologinya merupakan mekanis yang tentu cukup lambat dibandingkan digital (Bandwidth atau Transfer Rate HDD Serial ATA berkisar 150 MB/s). Secara teoritis kecepatan data Processor berkisar 46x lebih cepat dibanding HDD. Artinya, apabila Processor menunggu pasokan data dari HDD akan terjadi “Bottle-Neck” yang sangat parah.
Untuk mengatasi keadaan itu, diperlukan device Memory Utama (Primary Memory) atau disebut RAM. RAM merupakan singkatan dari Random Access Memory. RAM berfungsi untuk membantu Processor dalam penyediaan data “super cepat” yang dibutuhkan. RAM berfungsi layaknya seperti HDD Digital, karena seluruh komponen RAM sudah menggunakan teknologi digital. Dengan RAM, maka Processor tidak perlu menunggu kiriman data dari HDD. Saat ini RAM DDR2 mempunyai bandwidth 3,2 GB/s (PC400), agar tidak menganggu pasokan maka saat ini Motherboard menggunakan teknologi Dual Channel yang dapat melipatgandakan bandwidth menjadi 2x dengan memperbesar arsitektur menjadi 128-bit. Itu artinya, 2 keping DDR2 dalam mode Dual Channel dapat memasok data dalam jumlah yang pas ke Processor (3,2 GB/s x Dual Channel = 6,4 GB/s).

Rabu, 30 April 2014

SYSTEM RESTORE



Pengertian System Restore
      System Restore adalah utility untuk mengembalikan konfigurasi (rekonfigurasi) sistem komputer ke bentuk konfigurasi yang telah berlaku sebelumnya. Ini merupakan salah satu fitur (utility) dalam OS Windows yang sangat berguna.

      Fungsi fitur System Restore ini “agak mirip” dengan fungsi pada opsi "Last Known Good Configuration" yang ada didalam Advance Startup Option (F8). Silahkan baca artikel lengkap nya. Proses “restorasi” oleh System Restore membutuhkan waktu rekonfigurasi yang relatif singkat, dengan ditambah restart sistem.

       Tidak ada software pihak-ketiga (third-party) yang mampu melakukan hal ini, terkecuali menggunakan software backup sistem dengan menggunakan file-backup yang sudah dibuat sebelumnya, yang biasanya memiliki file-size sangat besar, serta membutuhkan waktu restorasi yang cukup lama.

Tujuan Menggunakan System Restore
      System Restore akan sangat membantu apabila terjadi situasi dimana sistem gagal melakukan suatu fungsi tertentu, yang disebabkan adanya perubahan dalam registry Windows. Banyak hal bisa menjadi penyebabnya.

      Penyebab yang paling umum adalah perubahan (penambahan) file-registry setelah instalasi suatu program aplikasi. Situasi seperti ini sering ditandai dengan kegagalan Windows melakukan perintah atau fitur tertentu, atau munculnya suatu Pesan_Error, Warning_box, atau terjadinya kondisi Freze (hang), bahkan Crash (bluescreen).

      Tidak mudah mencari penyebab mengapa timbul problem diatas. Dalam keadaan seperti ini, System Restore kadang bisa menjadi solusi cepat dan paling mudah. Bahkan untuk user yang tidak mengenal seluk-beluk sistem sekalipun. Dan ini sebaiknya dicoba, sebelum memutuskan menghubungi seorang teknisi komputer.










Fitur dalam System Restore
  1. Klik gambar untuk tampilan lebih besar.
  2. System Restore bisa di-akses dari Start_Menu -> Accessories -> System Tools -> System Restore
  3. System Restore ini tersimpan dalam folder  C:\Windows\System32\Restore\rstrui.exe.
  4. System Restore menyimpan catatan konfigurasi sistem didalam folder System Volume Information (default-hidden).
  5. System Restore bisa dijalankan jika Windows bisa loading ke Normal-mode atau Safe-mode. Jika Windows sama sekali tidak bisa loading, maka System Restore tidak akan bisa berfungsi.
  6. System Restore bisa digunakan jika sebelumnya fitur ini sudah diaktifkan serta ada Restore Point yang sudah dibuat.
  7. System Restore akan membuat Restore Point secara otomatis jika terjadi perubahan registry misalnya saat kita menginstal suatu program aplikasi, atau disaat Windows melakukan update system (Auto_update). Tetapi disini saya menyarankan, sebelum membuat suatu perubahan pada sistem (atau registry), buatlah lebih dulu satu Restore Point secara manual (untuk berjaga-jaga). Baca artikel Membuat Restore Point.
  8. System Restore bisa membuat suatu Restore Point baru kapanpun user menghendaki.
  9. System Restore juga bisa di-jadualkan (scheduled) oleh user, kapan harus membuat sebuah Restore Point baru. Ada juga software 3'rd party untuk keperluan ini.
  10. System Restore pun juga dapat dijalankan dari Windows mode minimal (safe), misalnya seperti Safe Mode with Command Prompt. Ini sangat berguna jika sistem sedang mengalami masalah untuk masuk ke Windows Normal mode. Baca artikel Menjalankan System Restore dari Safe Mode Command Prompt.
  11. System Restore tidak akan menghapus data file/dokumen milik user. Tetapi program aplikasi yang diinstal setelah tanggal suatu Restore Point, akan terhapus jika Restore Point tsb digunakan. Baca artikel Menggunakan Syatem Restore.
Catatan :
  • Sering terjadi, ada “teknisi” yang menyarankan untuk mematikan System Restore. Apapun alasannya, ini adalah tindakan (yg menurut saya) yang sangat keliru. Sebab disaat sistem Windows mengalami gagal loading disebabkan berubahnya konfigurasi sistem (misalnya setelah instal atau uninstal program aplikasi atau driver, atau oleh sebab lain), maka tidak ada lagi yang bisa dilakukan oleh user untuk retrace (kembali) ke konfigurasi sebelumnya (yang normal).
 






Minggu, 27 April 2014

PENGERTIAN DAN SEJARAH LINUX

 

PENGERTIAN LINUX

         Linux adalah software sistem operasi open source yang gratis untuk disebarluaskan di bawah lisensi GNU. Linux merupakan turunan dari unix dan dapat bekerja pada berbagai macam perangkat keras koputer mulai dari inter x86 sampai dengan RISC.

         Dengan lisensi GNU (Gnu Not Unix) Anda dapat memperoleh program, lengkap dengan kode sumbernya (source code). Tidak hanya itu, Anda diberikan hak untuk mengkopi sebanyak Anda mau, atau bahkan mengubah kode sumbernya.Dan itu semua legal dibawah lisensi. Meskipun gratis, lisensi GNU memperbolehkan pihak yang ingin menarik biaya untuk penggandaan maupun pengiriman program.
 
SEJARAH LINUX

Linux pada awalnya dibuat oleh seorang mahasiswa Finlandia yang bernama Linus Torvalds. Dulunya Linux merupakan proyek hobi yang diinspirasikan dari Minix, yaitu sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum.



Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1991, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu versi 0.02 yang hanya dapat menjalankan shell bash (GNU Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler).

Saat ini Linux adalah sistem UNIX yang sangat lengkap, bisa digunakan untuk jaringan, pengembangan software dan bahkan untuk pekerjaan sehari-hari. Linux sekarang merupakan alternatif sistem operasi yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sistem operasi komersial (misalnya Windows 9.x/NT/2000/ME).



            Linux mempunyai perkembangan yang sangat cepat. Hal ini dapat dimungkinkan karena Linux dikembangkan oleh beragam kelompok orang. Keragaman ini termasuk tingkat pengetahuan, pengalaman serta geografis. Agar kelompok ini dapat berkomunikasi dengan cepat dan efisien, internet menjadi pilihan yang sangat tepat.

Salah satu contoh Linux yang ingin saya jelaskan adalah Linux Debian :


                                  PENGERTIAN DEBIAN

          Debian adalah sistem operasi bebas yang dikembangkan secara terbuka oleh banyak programer sukarela (pengembang Debian) yang tergabung dalam Proyek Debian. Sistem operasi Debian adalah gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi GNU, dan utamanya menggunakan kernel Linux, sehingga populer dengan nama Debian GNU/Linux. Sistem operasi Debian yang menggunakan kernel Linux merupakan salah satu distro Linux yang populer dengan kestabilannya. Dengan memperhitungkan distro berbasis Debian, seperti Ubuntu, Xubuntu, Knoppix, Mint, dan sebagainya, maka Debian merupakan distro Linux yang paling banyak digunakan di dunia.
                      

CONTOH INSTALASI DEBIAN OS


     Cara instalasi sangat mudah tinggal setting agar komputer tinggal boot dari CDROM. Kemudain masukkan CD debian. Ketika komputer di booting CD akan mulai bekerja booting awal system debian, bisa dilihat di gambar di bawah :

1. Booting dari Cd-Room:

 2. Pada installer Boot menu langsung pilih saja instal

3. Pilih bahasa yang anda inginkan

4. Pilih lokasi tempat tinggal anda. Jika tidak ada dalam daftar, anda bisa memilih other

5. Pilih benua tempat tinggal anda


6. Setelah itu anda bisa memilih negara tempat tinggal anda

7. Konfigurasi basis standard lokal, pilih United States yang telah umum digunakan

8. Pilih keyboard layout yaitu American English yang telah umum digunakan oleh banyak orang
  
9. Isi hostname dengan nama apapun yang anda sukai

10. Domain bisa anda isi dengan hostname dengan diakhiri dengan sebuah domain

11. Isi root password. Root password adalah password untuk super user pada SO



12. Masukan kembali root password yang telah anda buat untuk verifikasi

13. Masukan nama lengkap untuk user baru 
  
 14. Masukan username sesuai keinginan anda

 15. Masukan password untuk user baru yang telah anda buat

16. Masukan kembali password yang baru anda buat untuk verifikasi

17. Konfigurasi zona waktu, pilihlah kota terdekat dengan tempat tinggal anda

18. Pada metode pemartisian, pilihlah Guided-use entire disk untuk membuat seluruh hardisk menjadi partisi
  


19. Jika meminta pemilihan disk, pilihlah disk yang anda inginkan untuk diproses dalam pemartisian

20. Pada skema pemartisian, pilih all files in one partition untuk menyimpan semua file system di satu partisi

21. Jika anda telah selesai dalam mengatur pemartisian, pilihlah finish partitioning and write change to disk




 

 22. Pada pertanyaan write the change to disk, pilihlah yes untuk menyimpan pengaturan pemartisia
 
  23. Pada pertanyaan scan another CD or DVD, silakan pilih yes jika anda mempunyai paket repository lain
  
 24. Pada pilihan use a network mirror, pilih saja No

25. Pada pertanyaan participate in the package survey, pilih saja No jika anda tidak akan ikut berpartisipasi

26. di sinilah bagian yang berbeda dengan penginstalan Debian 6 GUI. Jika pada Debian 6 GUI dalam software yang diinstalkan, memilih Grapichal Desktop Environment. Sedangan pada Debian Teks tidak.
Jika
anda tidak akan membuat PC yang sedang diinstal ini sebagai server, maka anda cukup memilih Standard System Utilities saja

27. Pada proses selanjutnya tidak akan selama pada penginstalan Debian 6 GUI. Tunggu hingga selesai

28. Pada pertanyaan instal the GRUB Boot Loader to the master boot record, pilihlah yes

29. Tidak lama setelah ini proses instalasi pun selesai. Klik continue dan Debian akan merestart otomatis

30. memulai proses Booting, lalu anda login dengan user dan user password yang telah anda buat

31. Maka beginilah tampilan pertama Linux Debian 6 berbasis Teks yang telah anda instal