Pengertian
System Restore
System Restore adalah utility untuk
mengembalikan konfigurasi (rekonfigurasi) sistem komputer ke bentuk konfigurasi
yang telah berlaku sebelumnya. Ini merupakan salah satu fitur (utility) dalam
OS Windows yang sangat berguna.
Fungsi fitur System Restore ini “agak mirip” dengan fungsi pada opsi "Last Known Good Configuration" yang ada didalam Advance Startup Option (F8). Silahkan baca artikel lengkap nya. Proses “restorasi” oleh System Restore membutuhkan waktu rekonfigurasi yang relatif singkat, dengan ditambah restart sistem.
Tidak ada software pihak-ketiga (third-party) yang mampu melakukan hal ini, terkecuali menggunakan software backup sistem dengan menggunakan file-backup yang sudah dibuat sebelumnya, yang biasanya memiliki file-size sangat besar, serta membutuhkan waktu restorasi yang cukup lama.
Fungsi fitur System Restore ini “agak mirip” dengan fungsi pada opsi "Last Known Good Configuration" yang ada didalam Advance Startup Option (F8). Silahkan baca artikel lengkap nya. Proses “restorasi” oleh System Restore membutuhkan waktu rekonfigurasi yang relatif singkat, dengan ditambah restart sistem.
Tidak ada software pihak-ketiga (third-party) yang mampu melakukan hal ini, terkecuali menggunakan software backup sistem dengan menggunakan file-backup yang sudah dibuat sebelumnya, yang biasanya memiliki file-size sangat besar, serta membutuhkan waktu restorasi yang cukup lama.
Tujuan Menggunakan System Restore
System Restore akan sangat membantu
apabila terjadi situasi dimana sistem gagal melakukan suatu fungsi tertentu,
yang disebabkan adanya perubahan dalam registry Windows. Banyak hal bisa
menjadi penyebabnya.
Penyebab yang paling umum adalah perubahan (penambahan) file-registry setelah instalasi suatu program aplikasi. Situasi seperti ini sering ditandai dengan kegagalan Windows melakukan perintah atau fitur tertentu, atau munculnya suatu Pesan_Error, Warning_box, atau terjadinya kondisi Freze (hang), bahkan Crash (bluescreen).
Tidak mudah mencari penyebab mengapa timbul problem diatas. Dalam keadaan seperti ini, System Restore kadang bisa menjadi solusi cepat dan paling mudah. Bahkan untuk user yang tidak mengenal seluk-beluk sistem sekalipun. Dan ini sebaiknya dicoba, sebelum memutuskan menghubungi seorang teknisi komputer.
Penyebab yang paling umum adalah perubahan (penambahan) file-registry setelah instalasi suatu program aplikasi. Situasi seperti ini sering ditandai dengan kegagalan Windows melakukan perintah atau fitur tertentu, atau munculnya suatu Pesan_Error, Warning_box, atau terjadinya kondisi Freze (hang), bahkan Crash (bluescreen).
Tidak mudah mencari penyebab mengapa timbul problem diatas. Dalam keadaan seperti ini, System Restore kadang bisa menjadi solusi cepat dan paling mudah. Bahkan untuk user yang tidak mengenal seluk-beluk sistem sekalipun. Dan ini sebaiknya dicoba, sebelum memutuskan menghubungi seorang teknisi komputer.
Fitur dalam System Restore
- Klik gambar untuk tampilan lebih besar.
- System Restore bisa di-akses dari Start_Menu -> Accessories -> System Tools -> System Restore.
- System Restore ini tersimpan dalam folder C:\Windows\System32\Restore\rstrui.exe.
- System Restore menyimpan catatan konfigurasi sistem didalam folder System Volume Information (default-hidden).
- System Restore bisa dijalankan jika Windows bisa loading ke Normal-mode atau Safe-mode. Jika Windows sama sekali tidak bisa loading, maka System Restore tidak akan bisa berfungsi.
- System Restore bisa digunakan jika sebelumnya fitur ini sudah diaktifkan serta ada Restore Point yang sudah dibuat.
- System Restore akan membuat Restore Point secara otomatis jika terjadi perubahan registry misalnya saat kita menginstal suatu program aplikasi, atau disaat Windows melakukan update system (Auto_update). Tetapi disini saya menyarankan, sebelum membuat suatu perubahan pada sistem (atau registry), buatlah lebih dulu satu Restore Point secara manual (untuk berjaga-jaga). Baca artikel Membuat Restore Point.
- System Restore bisa membuat suatu Restore Point baru kapanpun user menghendaki.
- System Restore juga bisa di-jadualkan (scheduled) oleh user, kapan harus membuat sebuah Restore Point baru. Ada juga software 3'rd party untuk keperluan ini.
- System Restore pun juga dapat dijalankan dari Windows mode minimal (safe), misalnya seperti Safe Mode with Command Prompt. Ini sangat berguna jika sistem sedang mengalami masalah untuk masuk ke Windows Normal mode. Baca artikel Menjalankan System Restore dari Safe Mode Command Prompt.
- System Restore tidak akan menghapus data file/dokumen milik user. Tetapi program aplikasi yang diinstal setelah tanggal suatu Restore Point, akan terhapus jika Restore Point tsb digunakan. Baca artikel Menggunakan Syatem Restore.
Catatan :
- Sering terjadi, ada “teknisi” yang menyarankan untuk mematikan System Restore. Apapun alasannya, ini adalah tindakan (yg menurut saya) yang sangat keliru. Sebab disaat sistem Windows mengalami gagal loading disebabkan berubahnya konfigurasi sistem (misalnya setelah instal atau uninstal program aplikasi atau driver, atau oleh sebab lain), maka tidak ada lagi yang bisa dilakukan oleh user untuk retrace (kembali) ke konfigurasi sebelumnya (yang normal).





Tidak ada komentar:
Posting Komentar