Rabu, 30 April 2014

SYSTEM RESTORE



Pengertian System Restore
      System Restore adalah utility untuk mengembalikan konfigurasi (rekonfigurasi) sistem komputer ke bentuk konfigurasi yang telah berlaku sebelumnya. Ini merupakan salah satu fitur (utility) dalam OS Windows yang sangat berguna.

      Fungsi fitur System Restore ini “agak mirip” dengan fungsi pada opsi "Last Known Good Configuration" yang ada didalam Advance Startup Option (F8). Silahkan baca artikel lengkap nya. Proses “restorasi” oleh System Restore membutuhkan waktu rekonfigurasi yang relatif singkat, dengan ditambah restart sistem.

       Tidak ada software pihak-ketiga (third-party) yang mampu melakukan hal ini, terkecuali menggunakan software backup sistem dengan menggunakan file-backup yang sudah dibuat sebelumnya, yang biasanya memiliki file-size sangat besar, serta membutuhkan waktu restorasi yang cukup lama.

Tujuan Menggunakan System Restore
      System Restore akan sangat membantu apabila terjadi situasi dimana sistem gagal melakukan suatu fungsi tertentu, yang disebabkan adanya perubahan dalam registry Windows. Banyak hal bisa menjadi penyebabnya.

      Penyebab yang paling umum adalah perubahan (penambahan) file-registry setelah instalasi suatu program aplikasi. Situasi seperti ini sering ditandai dengan kegagalan Windows melakukan perintah atau fitur tertentu, atau munculnya suatu Pesan_Error, Warning_box, atau terjadinya kondisi Freze (hang), bahkan Crash (bluescreen).

      Tidak mudah mencari penyebab mengapa timbul problem diatas. Dalam keadaan seperti ini, System Restore kadang bisa menjadi solusi cepat dan paling mudah. Bahkan untuk user yang tidak mengenal seluk-beluk sistem sekalipun. Dan ini sebaiknya dicoba, sebelum memutuskan menghubungi seorang teknisi komputer.










Fitur dalam System Restore
  1. Klik gambar untuk tampilan lebih besar.
  2. System Restore bisa di-akses dari Start_Menu -> Accessories -> System Tools -> System Restore
  3. System Restore ini tersimpan dalam folder  C:\Windows\System32\Restore\rstrui.exe.
  4. System Restore menyimpan catatan konfigurasi sistem didalam folder System Volume Information (default-hidden).
  5. System Restore bisa dijalankan jika Windows bisa loading ke Normal-mode atau Safe-mode. Jika Windows sama sekali tidak bisa loading, maka System Restore tidak akan bisa berfungsi.
  6. System Restore bisa digunakan jika sebelumnya fitur ini sudah diaktifkan serta ada Restore Point yang sudah dibuat.
  7. System Restore akan membuat Restore Point secara otomatis jika terjadi perubahan registry misalnya saat kita menginstal suatu program aplikasi, atau disaat Windows melakukan update system (Auto_update). Tetapi disini saya menyarankan, sebelum membuat suatu perubahan pada sistem (atau registry), buatlah lebih dulu satu Restore Point secara manual (untuk berjaga-jaga). Baca artikel Membuat Restore Point.
  8. System Restore bisa membuat suatu Restore Point baru kapanpun user menghendaki.
  9. System Restore juga bisa di-jadualkan (scheduled) oleh user, kapan harus membuat sebuah Restore Point baru. Ada juga software 3'rd party untuk keperluan ini.
  10. System Restore pun juga dapat dijalankan dari Windows mode minimal (safe), misalnya seperti Safe Mode with Command Prompt. Ini sangat berguna jika sistem sedang mengalami masalah untuk masuk ke Windows Normal mode. Baca artikel Menjalankan System Restore dari Safe Mode Command Prompt.
  11. System Restore tidak akan menghapus data file/dokumen milik user. Tetapi program aplikasi yang diinstal setelah tanggal suatu Restore Point, akan terhapus jika Restore Point tsb digunakan. Baca artikel Menggunakan Syatem Restore.
Catatan :
  • Sering terjadi, ada “teknisi” yang menyarankan untuk mematikan System Restore. Apapun alasannya, ini adalah tindakan (yg menurut saya) yang sangat keliru. Sebab disaat sistem Windows mengalami gagal loading disebabkan berubahnya konfigurasi sistem (misalnya setelah instal atau uninstal program aplikasi atau driver, atau oleh sebab lain), maka tidak ada lagi yang bisa dilakukan oleh user untuk retrace (kembali) ke konfigurasi sebelumnya (yang normal).
 






Minggu, 27 April 2014

PENGERTIAN DAN SEJARAH LINUX

 

PENGERTIAN LINUX

         Linux adalah software sistem operasi open source yang gratis untuk disebarluaskan di bawah lisensi GNU. Linux merupakan turunan dari unix dan dapat bekerja pada berbagai macam perangkat keras koputer mulai dari inter x86 sampai dengan RISC.

         Dengan lisensi GNU (Gnu Not Unix) Anda dapat memperoleh program, lengkap dengan kode sumbernya (source code). Tidak hanya itu, Anda diberikan hak untuk mengkopi sebanyak Anda mau, atau bahkan mengubah kode sumbernya.Dan itu semua legal dibawah lisensi. Meskipun gratis, lisensi GNU memperbolehkan pihak yang ingin menarik biaya untuk penggandaan maupun pengiriman program.
 
SEJARAH LINUX

Linux pada awalnya dibuat oleh seorang mahasiswa Finlandia yang bernama Linus Torvalds. Dulunya Linux merupakan proyek hobi yang diinspirasikan dari Minix, yaitu sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum.



Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1991, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu versi 0.02 yang hanya dapat menjalankan shell bash (GNU Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler).

Saat ini Linux adalah sistem UNIX yang sangat lengkap, bisa digunakan untuk jaringan, pengembangan software dan bahkan untuk pekerjaan sehari-hari. Linux sekarang merupakan alternatif sistem operasi yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sistem operasi komersial (misalnya Windows 9.x/NT/2000/ME).



            Linux mempunyai perkembangan yang sangat cepat. Hal ini dapat dimungkinkan karena Linux dikembangkan oleh beragam kelompok orang. Keragaman ini termasuk tingkat pengetahuan, pengalaman serta geografis. Agar kelompok ini dapat berkomunikasi dengan cepat dan efisien, internet menjadi pilihan yang sangat tepat.

Salah satu contoh Linux yang ingin saya jelaskan adalah Linux Debian :


                                  PENGERTIAN DEBIAN

          Debian adalah sistem operasi bebas yang dikembangkan secara terbuka oleh banyak programer sukarela (pengembang Debian) yang tergabung dalam Proyek Debian. Sistem operasi Debian adalah gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi GNU, dan utamanya menggunakan kernel Linux, sehingga populer dengan nama Debian GNU/Linux. Sistem operasi Debian yang menggunakan kernel Linux merupakan salah satu distro Linux yang populer dengan kestabilannya. Dengan memperhitungkan distro berbasis Debian, seperti Ubuntu, Xubuntu, Knoppix, Mint, dan sebagainya, maka Debian merupakan distro Linux yang paling banyak digunakan di dunia.
                      

CONTOH INSTALASI DEBIAN OS


     Cara instalasi sangat mudah tinggal setting agar komputer tinggal boot dari CDROM. Kemudain masukkan CD debian. Ketika komputer di booting CD akan mulai bekerja booting awal system debian, bisa dilihat di gambar di bawah :

1. Booting dari Cd-Room:

 2. Pada installer Boot menu langsung pilih saja instal

3. Pilih bahasa yang anda inginkan

4. Pilih lokasi tempat tinggal anda. Jika tidak ada dalam daftar, anda bisa memilih other

5. Pilih benua tempat tinggal anda


6. Setelah itu anda bisa memilih negara tempat tinggal anda

7. Konfigurasi basis standard lokal, pilih United States yang telah umum digunakan

8. Pilih keyboard layout yaitu American English yang telah umum digunakan oleh banyak orang
  
9. Isi hostname dengan nama apapun yang anda sukai

10. Domain bisa anda isi dengan hostname dengan diakhiri dengan sebuah domain

11. Isi root password. Root password adalah password untuk super user pada SO



12. Masukan kembali root password yang telah anda buat untuk verifikasi

13. Masukan nama lengkap untuk user baru 
  
 14. Masukan username sesuai keinginan anda

 15. Masukan password untuk user baru yang telah anda buat

16. Masukan kembali password yang baru anda buat untuk verifikasi

17. Konfigurasi zona waktu, pilihlah kota terdekat dengan tempat tinggal anda

18. Pada metode pemartisian, pilihlah Guided-use entire disk untuk membuat seluruh hardisk menjadi partisi
  


19. Jika meminta pemilihan disk, pilihlah disk yang anda inginkan untuk diproses dalam pemartisian

20. Pada skema pemartisian, pilih all files in one partition untuk menyimpan semua file system di satu partisi

21. Jika anda telah selesai dalam mengatur pemartisian, pilihlah finish partitioning and write change to disk




 

 22. Pada pertanyaan write the change to disk, pilihlah yes untuk menyimpan pengaturan pemartisia
 
  23. Pada pertanyaan scan another CD or DVD, silakan pilih yes jika anda mempunyai paket repository lain
  
 24. Pada pilihan use a network mirror, pilih saja No

25. Pada pertanyaan participate in the package survey, pilih saja No jika anda tidak akan ikut berpartisipasi

26. di sinilah bagian yang berbeda dengan penginstalan Debian 6 GUI. Jika pada Debian 6 GUI dalam software yang diinstalkan, memilih Grapichal Desktop Environment. Sedangan pada Debian Teks tidak.
Jika
anda tidak akan membuat PC yang sedang diinstal ini sebagai server, maka anda cukup memilih Standard System Utilities saja

27. Pada proses selanjutnya tidak akan selama pada penginstalan Debian 6 GUI. Tunggu hingga selesai

28. Pada pertanyaan instal the GRUB Boot Loader to the master boot record, pilihlah yes

29. Tidak lama setelah ini proses instalasi pun selesai. Klik continue dan Debian akan merestart otomatis

30. memulai proses Booting, lalu anda login dengan user dan user password yang telah anda buat

31. Maka beginilah tampilan pertama Linux Debian 6 berbasis Teks yang telah anda instal